Senin, 03 Oktober 2016

Perlengkapan (Masak) Pendukung Pendakian

Berhubung sekarang jaman sudah canggih dan mendaki tidak sekeras jaman-jaman sebelum hutan di buka besar-besaran, jadi saya rasa perubahan kondisi dan peralatan yang harus di bawa juga harus mengikuti perkembangan, soalnya mendaki juga tetap butuh style lho. Makanya tidak salah kalau usaha peralatan pendakian bertebaran dimana-mana dan dengan harga yang bervariasi. 

Peralatan pendukung ini bersifat penting dan sangat penting, terlebih mendaki itu kan kegiatan yang banyak mengeluarkan energy. Jadi asupannya juga harus seimbang biar gak loyo gitu lho. Selain itu melihat beberapa kali pengalaman kemarin masih ada saja pendaki yang menggunakan gaya jaman batu bikin saya agak miris, mereka itu gak tahu informasi apa emang gak niat mendaki sih. Soalnya tanpa alat pendukung yang satu ini kita bisa konyol buang waktu, itu menurut saya lho. 

Alat ini adalah perlengkapan utama dalam memasak namanya KOMPOR sob, tahu kan semuanya ?? tapi tunggu dulu, kompor ini banyak bentuk dan tipe nya lho, bukan kompor yang seperti kita gunankan di dapur rumah kita. Adapun macam-macam kompor pendukung pendakian seperti ini : 

1. Kompor Parafin 

Jenis kompor ini sudah ketinggalan jaman, walaupun terhitung simple dalam pengemasan, namun asap hitam yg keluar dari sisa pembakaran menghasilkan polusi dan selalu berhasil membuat muka coreng moreng alias blentang blentong, kasian kan DANSIPUR (Komandan Seksi Dapur) kalau harus tampil cemong setiap memasak. 

Kompor Parafin // gambar dari sini
Harga Parafin sekitar Rp. 10.000 an // gambar dari sini


2. Kompor Gas 

Jenis ini termasuk paling di gemari, selain harganya relatif murah antara Rp. 100 ribuan sampai Rp. 150 ribuan, cara penggunaannya pun termasuk mudah, tinggal colok gasnya dan tekan pematik ke bawah, maka si api biru akan keluar dan menyebar ke area panci/nesting, sehingga mempercepat proses pemasakan. 

Kompor Gas / gambar dari sini

Salah satu jenis gas / gambar dari sini
Nesting / rantang // gambar dari sini
Nesting bertingkat // gambar dari sini

3. Kompor Minyak Tanah 

Kompor jenis ini di bolehkan sih dalam pendakian, apalagi kalau melibatkan rombongan yang besar atau banyak, namun untuk saat ini jenis bahan bakar minyak tanah agak susah atau malah susah didapat, ditambah lagi harganya yang keliwat mahal, terus kelemahan lainnya, si api yang keluar tidak begitu baik dan cenderung lama dalam memasak, apalagi kalau apinya merah, bikin panci/nesting jadi hitam, sampai muka juga jadi hitam.
Kompor Minyak Tanah / gambar dari sini 


4. Kompor Spirtus/Trangia 

Yang satu ini saya kira yang terbaik untuk saat ini dari semua jenis kompor yang ada, cara kerjanya adalah dengan menguapkan bahan bakar yang ada di dalamnya lalu menembakan tekanan uap bakar tersebut yang menghasilkan panas cukup tinggi. Kompor ini juga dibuat dengan bahan dan desain sedemikian rupa sehingga susah untuk ditiru, cocok dalam kondisi extreme sekalipun seperti di daerah bersalju. Harganya berkisar antara Rp. 600 ribu sampai diatas satu jutaan tergantung model dan jenis.

Trangia / gambar dari sini


Itu dia sob beberapa perlengkapan masak pendukung pendakian, soalnya di gunung gak ada warung apalagi fastfood, jadi pastikan mana yang cocok untuk di bawa, sehingga dapat mengHINDARI MENEBANG POHON untuk memasak dan jelas mempersingkat waktu. Selain itu bisa juga lho dibawa untuk traveling, backpakeran atau untuk masak di kamar kost, lumayan untuk bikin kopi dan menghindari kelebihan budget nantinya, karena memasak itu seru loh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar