Perlengkapan (Masak) Pendukung Pendakian
Berhubung
sekarang jaman sudah canggih dan mendaki tidak sekeras jaman-jaman
sebelum hutan di buka besar-besaran, jadi saya rasa perubahan kondisi
dan peralatan yang harus di bawa juga harus mengikuti perkembangan,
soalnya mendaki juga tetap butuh style lho. Makanya tidak salah kalau
usaha peralatan pendakian bertebaran dimana-mana dan dengan harga yang
bervariasi.
Peralatan
pendukung ini bersifat penting dan sangat penting, terlebih mendaki itu
kan kegiatan yang banyak mengeluarkan energy. Jadi asupannya juga harus
seimbang biar gak loyo gitu lho. Selain itu melihat beberapa kali
pengalaman kemarin masih ada saja pendaki yang menggunakan gaya jaman
batu bikin saya agak miris, mereka itu gak tahu informasi apa emang gak
niat mendaki sih. Soalnya tanpa alat pendukung yang satu ini kita bisa
konyol buang waktu, itu menurut saya lho.
Alat ini adalah perlengkapan
utama dalam memasak namanya KOMPOR sob, tahu kan semuanya ?? tapi tunggu
dulu, kompor ini banyak bentuk dan tipe nya lho, bukan kompor yang
seperti kita gunankan di dapur rumah kita. Adapun macam-macam kompor
pendukung pendakian seperti ini :
1. Kompor Parafin
Jenis kompor ini sudah
ketinggalan jaman, walaupun terhitung simple dalam pengemasan, namun
asap hitam yg keluar dari sisa pembakaran menghasilkan polusi dan selalu
berhasil membuat muka coreng moreng alias blentang blentong, kasian kan
DANSIPUR (Komandan Seksi Dapur) kalau harus tampil cemong setiap
memasak.
![]() |
| Kompor Parafin // gambar dari sini |
![]() |
| Harga Parafin sekitar Rp. 10.000 an // gambar dari sini |
2. Kompor Gas
Jenis ini termasuk paling di
gemari, selain harganya relatif murah antara Rp. 100 ribuan sampai Rp.
150 ribuan, cara penggunaannya pun termasuk mudah, tinggal colok gasnya
dan tekan pematik ke bawah, maka si api biru akan keluar dan menyebar ke
area panci/nesting, sehingga mempercepat proses pemasakan.
![]() |
| Kompor Gas / gambar dari sini |
![]() |
| Salah satu jenis gas / gambar dari sini |
![]() |
| Nesting / rantang // gambar dari sini |
![]() |
| Nesting bertingkat // gambar dari sini |
3. Kompor Minyak Tanah
Kompor jenis ini di bolehkan sih
dalam pendakian, apalagi kalau melibatkan rombongan yang besar atau
banyak, namun untuk saat ini jenis bahan bakar minyak tanah agak susah
atau malah susah didapat, ditambah lagi harganya yang keliwat mahal,
terus kelemahan lainnya, si api yang keluar tidak begitu baik dan
cenderung lama dalam memasak, apalagi kalau apinya merah, bikin
panci/nesting jadi hitam, sampai muka juga jadi hitam.
![]() |
| Kompor Minyak Tanah / gambar dari sini |
4. Kompor Spirtus/Trangia
Yang satu ini saya kira yang
terbaik untuk saat ini dari semua jenis kompor yang ada, cara kerjanya
adalah dengan menguapkan bahan bakar yang ada di dalamnya lalu
menembakan tekanan uap bakar tersebut yang menghasilkan panas cukup
tinggi. Kompor ini juga dibuat dengan bahan dan desain sedemikian rupa
sehingga susah untuk ditiru, cocok dalam kondisi extreme sekalipun
seperti di daerah bersalju. Harganya berkisar antara Rp. 600 ribu sampai
diatas satu jutaan tergantung model dan jenis.
![]() |
| Trangia / gambar dari sini |








Tidak ada komentar:
Posting Komentar