Perkenalkan, Sabar Gorky adalah seorang tunadaksa asli Solo yang telah mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan emas yang diraihnya pada kejuaraan panjat tebing penyandang tunadaksa se-ASEAN pada 2009 lalu. Selain itu, dia juga pernah diberi kehormatan untuk menyalakan obor pada pembukaan ASEAN Para Games di Solo dari atas stadion, lantas meluncur dengan menggunakan flying fox. Sabar juga telah menaklukkan tiga puncak gunung tertinggi di dunia! Bahkan, pada waktu dekat ini, Sabar bersama beberapa personel marinir Angkatan Laut Indonesia akan menjelajah Gunung Aconcagua, Argentina. Wow! Prestasi yang sangat jarang orang lain ukir dalam sejarah hidupnya!
Keterbatasan dan ketaksempurnaan bukan alasan untuk kamu berhenti berjuang. Toh, kesempurnaan hanya milik Tuhan, bukan?

Pendakian di Gunung Elbrus lewat jalur utara. via storytii.blogspot.com
Sabar Gorky, pria kelahiran Solo 48 tahun lalu ini tercatat telah menginjakkan kaki di tiga gunung tertinggi di dunia, dengan ketaksempurnaannya! Kecelakaan kereta api yang mengakibatkan Sabar harus kehilangan kaki kanannya pada tahun 1996 itu, nggak pernah membuat dirinya berpikir bahwa memiliki kekurangan dapat menghentikan hobi dan pekerjaannya. Pendakian di Gunung Elbrus menjadi bukti sahih bahwa Sabar Gorky layak kamu jadikan pemacu semangatmu!
Pada Agustus 2011, Sabar bersama tim ekspedisinya mendaki Gunung Elbrus melalui jalur utara, jalur yang dikenal sebagai jalur neraka dan jarang sekali dilewati para pendaki dari mana pun, karena memang track-nya yang berbahaya. Tetapi Sabar nggak melihatnya sebagai tantangan. Dia berhasil menaklukkan puncak Elbrus tepat pada 17 Agustus 2011 pada pukul 16:45 dengan suhu mencapai minus 15 derajat Celcius! Hemm. Mendaki gunung sedingin dan seberat apapun risikonya, Sabar aja tetap berjuang. Kalau kamu?
Masa lalu harusnya menjadi cambuk buat kamu terus berkembang. Jangan sampai kamu terpuruk pada kenangan!

Sabar Gorky di Carstensz Pyramid. via www.rmoljabar.com
Musibah yang menimpa Sabar ini mau nggak mau harus ia terima dengan lapang dada, meski menahan kecewa. Sebab, sebelah kakinya harus diamputasi, yang artinya dia nggak bisa memaksimalkan kinerja anggota tubuhnya untuk menafkahi istri dan anaknya. Tapi apa yang terjadi? Nggak sedikit pun pria yang juga bekerja sebagai tukang binatu gedung bertingkat ini menyalahkan keadaan. Sabar mencoba bersahabat dengan masa lalunya, mencoba menerima dan mengikhlaskan semua yang telah terjadi padanya.
Tong kosong nyaring bunyinya. Contohlah Sabar Gorky, penakluk tiga puncak tertinggi dunia yang tak banyak bicara.

Pelepasan Sabar Gorky dan timnya sebelum mendaki ke Gunung Aconcagua, Argentina. via photo.sindonews.com
Hal inillah yang bisa kamu tiru. Sebagai seorang pemuda atau seorang traveler, seharunya kamu mencontoh sikap Sabar Gorky ini. Tanpa banyak bicara, buktikanlah pada dunia bahwa kemampuanmu layak untuk diuji, meski keterbatasan dan kenyataan pahit menghantuimu!
Berhentilah mengeluh, sebab keluh kesah tak akan membantu dan hanya akan menambah masalah.

Terus melangkah, tanpa mengeluh! via youtube.com
Slow but sure!Sabar Gorky telah mengajarkan pada kita untuk terus berjuang tanpa embel-embel keluh kesah. Toh, tanpa kamu sadari, bersikap tenang dapat membuatmu berpikir lebih jernih dan nggak bikin letih.
Percayalah, perjuangan yang diiringi doa akan membuahkan hasil yang bahagia. Kamu harus yakin dan percaya, ya.

Berpose di puncak Elbrus. via www.rmol.co
Mungkin kamu berpikir nggak akan sanggup menaklukan tiga puncak gunung tertinggi di dunia dengan kekuatan fisikmu yang kamu pikir nggak baik. Duh, Dik! Kalau kamu udah mikir begitu, ya mau gimana juga nggak akan berhasil.
Sabar Gorky membuktikan kepada dunia bahwa ketaksempurnaannya sebagai seorang tunadaksa nggak bisa membatasi aksinya untuk terus melangkah mencapai tiga puncak gunung tertinggi di dunia! Kok bisa? Ya, karena dia memiliki keyakinan bisa melakukannya! Apa kamu pernah berpikir bisa melakukan hal yang secara kasat mata nggak bisa kamu lakukan? Yakinlah untuk itu, Guys!
Kalau kamu rasa usaha dan doamu sudah maksimal, serahkanlah semuanya pada Yang Maha Kuasa. Ikhtiar dan tawakal bisa membawa berkah yang tak terkira loh!

Serahkanlah pada Yang Maha Kuasa. via travel.dream.co.id
Sedikit bocoran, nama Gorky yang disandang Sabar sebetulnya berasal dari temannya ketika mendaki di Gunung Elbrus. Gorky dalam bahasa Rusia berarti getir. Nama ini populer ketika Maxim Gorky meninggal dunia dengan meninggalkan karyanya yang melegenda: “The Lower Depths” yang menceritakan tentang seorang tunawisma. Semangat juang inilah yang akhirnya mengilhami orang-orang yang memang menyukai karya dan pemikiran Maxim Gorky. Nah, melihat perjuangan Sabar dalam mendaki Gunung Elbrus melalui jalur utara inilah, seorang teman dari Rusia akhirnya memberi nama Gorky sebagai julukan untuk Sabar.
Nah, setelah kamu menyimak ulasan ini, masihkah kamu akan menyia-nyiakan kehidupan remajamu? Semangat juang yang ditunjukkan oleh Sabar Gorky tentu bisa menginspirasimu, bukan? Seorang dengan keterbatasan pun bisa melakukan banyak hal inspiratif bagi semua orang, bahkan bisa ‘lebih’ daripada orang normal biasa.
So, teruslah berkarya ya, Guys!
#pendaki gunung#SABAR GORKY#TUNADAKSA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar