Sebelum Anda terjebak di kegelapan hutan karena tidak memiliki kemah,
penting bagi Anda untuk memastikan bahwa Anda tahu cara untuk
mendirikan tenda. Untungnya, pemasangan tenda
dome lebih mudah
dilakukan dibandingkan dengan jenis-jenis tenda lainnya. Bentuknya yang
sederhana, mudah dibawa kemana-mana, serta kenyamanan yang diberikan
membuat tenda
dome cocok digunakan untuk berkemah. Pelajarilah cara untuk memilih lokasi kemah yang tepat, memasang tenda, dan merawat tenda
dome Anda terutama saat tidak digunakan.
Bagian 1 dari 3: Memilih Lokasi Kemah Yang Tepat
-
1
Carilah area perkemahan yang cocok. Dimana pun Anda
berkemah, baik sekedar di halaman belakang maupun di pedalaman hutan,
Anda perlu mencari lokasi kemah yang tepat yang dapat memberikan Anda
pengalaman berkemah yang paling menyenangkan. Ada beberapa faktor yang
perlu dipertimbangkan, namun yang paling utama adalah Anda harus
memastikan bahwa area yang Anda pilih merupakan area yang diperbolehkan
untuk berkemah.
- Jika Anda ingin berkemah di taman nasional atau hutan raya, pastikan
Anda mendirikan kemah Anda di lokasi-lokasi yang memang sudah
ditentukan oleh pihak pengelola taman nasional. Seringkali area-area
yang diperbolehkan untuk berkemah ditandai oleh beberapa tiang besi
bernomor. Selain itu, di area-area tersebut biasanya terdapat meja
piknik, ceruk untuk api anggun, dan, kadang-kadang, keran air yang dapat
digunakan saat berkemah.
- Jika Anda berkemah di pedalaman hutan, pastikan Anda mengikuti
aturan yang dibuat oleh pihak pengelola cagar alam. Setiap cagar alam
memiliki peraturan yang berbeda terkait, sebagai contoh, seberapa dekat
kemah Anda ke sumber air atau seberapa dekat kemah Anda ke jalan setapak
hutan.
- Dimana pun Anda berkemah, sangat penting untuk diingat bahwa
sebaiknya Anda menghindari berkemah di lokasi-lokasi yang merupakan
tanah milik pribadi. Hal ini dimaksudkan agar istirahat Anda di malam
hari tidak terganggu oleh pemilik tanah yang marah karena Anda berkemah
di tanah miliknya. Jangan pernah berkemah di tempat-tempat yang memang
tidak diizinkan.
-
2
Carilah tempat yang datar. Setelah Anda memilih area
perkemahan, kini waktunya Anda untuk mencari tempat untuk mendirikan
kemah Anda. Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dan faktor
yang paling utama adalah kenyamanan. Akan sulit bagi Anda untuk tidur
nyenyak di atas permukaan yang miring, oleh karena itu disarankan bagi
Anda untuk mencari tempat yang sangat datar dan ditumbuhi rerumputan dan
sedikit semak-semak di sekitarnya.
- Jika memungkinkan, carilah yang tinggi untuk berkemah. Tentunya Anda
tidak ingin berada di daerah yang rendah karena saat hujan, air akan
mengalir turun ke daerah tersebut. Oleh karena itu, ada baiknya Anda
menghindari daerah-daerah seperti bekas sungai yang telah kering ataupun
daerah-daerah yang cekung. Anda tidak ingin terbangun dalam keadaan
tenda yang sudah becek, bukan?
-
3
Carilah tempat yang terlindung dari sengatan matahari langsung.
Idealnya, tenda harus didirikan di daerah yang teduh, terutama jika
cuaca di luar tenda sedang panas. Selain itu, meskipun tenda
dome
tahan terhadap angin, ada baiknya Anda mencari tempat berkemah yang
terlindung dari tiupan angin untuk melindungi tenda Anda jika
sewaktu-waktu cuaca tiba-tiba menjadi buruk saat Anda sedang melakukan
hiking
atau meninggalkan tenda Anda. Tentunya Anda tidak ingin saat Anda
kembali ke kemah, Anda tak melihat tenda Anda karena telah terbawa
angin. Agar Anda dapat mendapatkan istirahat yang nyaman di malam hari
dan menikmati pagi yang sejuk, cobalah letakkan tenda Anda di sisi barat
bukit atau barisan pepohonan.
- Jangan pernah mendirikan tenda tepat di bawah pepohonan. Jika turun
hujan (atau bahkan hujan yang sangat deras), Anda mungkin berpikir bahwa
pohon dapat menjadi pelindung alternatif. Sayangnya, Anda dapat
beresiko ikut tersambar petir jika pohon yang Anda pilih sebagai tempat
bernaung tersambar petir. Selain itu terdapat pula bahaya-bahaya lain,
semisal tertimpa dahan besar. Tenda Anda dapat melindungi dari hujan,
namun jika tertimpa benda-benda berat, Anda tetap dapat mengalami luka.
Oleh karena itu, dirikanlah tenda Anda di tempat-tempat yang terbebas
dari bahaya-bahaya tersebut (atau setidaknya tidak beresiko tinggi
terkena bahaya).
-
4
Jauhkan sumber api dari tenda Anda. Idealnya, Anda
perlu mengetahui kemana arah angin agar Anda dapat memposisikan tenda
Anda. Pastikan tenda Anda berada di belakang sumber api agar saat angin
bertiup, api tidak berkobar ke arah tenda Anda. Selain itu, pastikan
tidak ada bara api atau percikan api untuk menghindari bahaya kebakaran
yang dapat mengintai Anda.
- Jika Anda berencana berkemah dalam jangka waktu yang cukup panjang,
ada baiknya posisi tenda Anda tidak melawan arah angin yang berasal dari
daerah kamar mandi umum. Tentunya Anda tidak ingin mencium bau tak
sedap dari angin yang berhembus, bukan?
-
5
Bersihkan kerikil, dedaunan dan ranting-ranting kering dari area kemah Anda.
Setelah Anda menemukan lokasi yang ideal untuk mendirikan tenda,
luangkan beberapa menit untuk membersihkan kerikil, dahan-dahan kering,
ataupun sampah-sampah lainnya dari area kemah Anda. Jika Anda sudah
mendirikan tenda sebelum membersihkan sampah-sampah tersebut, mungkin
Anda akan merasa tidak nyaman saat beristirahat karena ada batu besar
yang mengganjal punggung Anda. Tentunya akan sulit dan terlalu larut
bagi Anda untuk keluar dari tenda dan membuang batu tersebut. Oleh
karena itu, bersihkan terlebih dahulu area kemah Anda agar nantinya Anda
dapat beristirahat dengan lebih nyaman.
- Jika memungkinkan, pilihlah area kemah yang dipenuhi dengan dedaunan
pohon pinus, terutama jika Anda berkemah di area yang dikelilingi oleh
banyak pohon pinus. Daun pinus dapat menjadi ‘kasur’ alami yang lembut
dan nyaman, sehingga Anda dapat beristirahat dengan lebih baik.
Bagian 2 dari 3: Mendirikan Tenda Dome
-
1
Bentangkan kain terpal di atas permukaan tanah.
Memang kebanyakan tenda tidak disertai dengan kain terpal dalam boks
pembeliannya, namun sudah merupakan hal yang umum untuk mengalasi daerah
yang akan didirikan tenda dengan plastik atau kain terpal sebagai
pembatas kelembaban antara tanah dengan tenda Anda. Meskipun memang
tidak diwajibkan, namun penggunaan terpal ini sangat disarankan agar
kelembaban tanah tidak dapat mencapai alas tenda sehingga lantai tenda
tidak akan terasa basah dan lembab. Terlebih lagi saat berkemah di musim
hujan, tentunya Anda akan senang karena lantai tenda Anda tidak akan
basah.
[1]
- Lipatlah kain terpal sesuai dengan ukuran tenda Anda, namun luasnya
sedikit lebih kecil dari luas tenda Anda. Hal ini dilakukan agar
ujung-ujung kain terpal tersebut tidak muncul dari bawah tenda saat
hujan turun. Anda tidak perlu membuat lipatan yang sempurna karena
setelah tenda didirikan, Anda masih dapat menyelipkan kain terpal
tersebut ke bawah tenda dengan mudah.
-
2
Letakkan semua komponen tenda di atas kain terpal.
Keluarkan semua komponen tenda dari dalam tasnya dan periksalah
komponen-komponen tersebut untuk memastikan bahwa tidak ada komponen
tenda yang hilang atau tertinggal, serta seluruh komponen tenda dalam
kondisi yang baik. Anda tidak dapat mendirikan tenda Anda jika ada tiang
rangka yang patah atau hilang. Oleh karena itu, ada baiknya Anda
memastikan bahwa komponen-komponen tenda Anda lengkap. Masing-masing
tenda
dome memiliki sedikit perbedaan, tergantung pada ukurannya,
jenis, serta merknya. Akan tetapi, terlepas dari aspek-aspek tersebut,
komponen-komponen dasarnya biasanya sama. Komponen-komponen tersebut
antara lain:
- Tenda. Tenda terbuat dari kain vinyl, plastik, serta
material-material lainnya. Pada tenda juga terdapat pintu dengan
ritsleting, serta selubung luar sebagai tempat untuk memasukkan tiang
kerangka.
-
Rainfly. Dilihat dari ukuran dan bentuknya, rainfly mirip dengan tenda Anda, namun tidak memiliki bukaan dengan ritsleting dan selubung untuk tiang rangka. Rainfly merupakan pelindung yang dipasang pada bagian atas tenda dan digunakan, terutama, untuk melindungi tenda dari hujan.
- Tiang rangka tenda. Tiang rangka tenda umumnya tersambung oleh kawat elastis (atau bungee cord)
untuk menjaga agar setiap tiang tidak terpisah. Berbeda dengan tiang
rangka tenda jenis terbaru, tiang rangka tenda jenis lama biasanya perlu
disambungkan dengan sekrup. Setidaknya terdapat dua atau, paling
banyak, lima sampai enam jenis tiang rangka yang berbeda untuk tenda
Anda yang masing-masing terdiri dari beberapa bagian atau segmen. Tidak
diperlukan peralatan apapun untuk memasang tiang-tiang tersebut pada
tenda.[2]
- Pasak harus disertakan dalam tas tenda agar tenda dapat ditambatkan
ke tanah dan tidak terbawa angin. Pasak dipasang melalui selubung kecil
yang terdapat pada bagian bawah tenda dan, mungkin juga, pada rainfly.
Siapkan sekitar empat sampai sepuluh pasak untuk tenda Anda. Selain
itu, Anda juga mungkin perlu membawa palu kecil untuk memasang pasak ke
tanah.
- Anda juga mungkin perlu membawa tali tambang untuk mengikat rainfly
pada tiang rangka, atau mengikat tenda pada pasak. Tentunya,
masing-masing tenda akan memiliki perbedaan terkait penggunaan tali
tambang.
-
3
Sambungkan tiang rangka tenda. Tiang rangka tenda
yang telah tersambung biasanya memiliki panjang sekitar 1,85 sampai 3
meter, dengan setiap segmen tiang telah saling tersambung satu sama lain
melalui semacam pipa konektor logam (atau jika menggunakan sekrup,
sekrup telah terkunci). Penyambungan tiang tenda akan sedikit berbeda,
tergantung pada jenisnya, namun kebanyakan jenis tenda modern memiliki
tiang rangka tenda yang telah tersambung dengan kabel elastis sehingga
Anda dapat langsung menyatukan setiap segmen tiang dengan mudah. Setelah
Anda selesai menyambungkan setiap segmen dari masing-masing tiang
rangka, letakkan seluruh tiang rangka yang telah tersambung di atas
permukaan tanah yang rata.
-
4
Masukkan tiang rangka ke dalam selubung luar tenda.
Terlebih dahulu bentangkan tenda di atas kain terpal, kemudian letakkan
tiang-tiang rangka tenda di atas kain tenda dalam posisi menyilang untuk
memastikan masing-masing tiang rangka dimasukkan ke dalam selubung luar
yang sesuai. Kebanyakan tenda-tenda sederhana memiliki pola rangka
memanjang yang membentuk huruf “X” saat dilihat dari atas. Setelah Anda
yakin bahwa setiap tiang rangka telah sesuai dengan selubungnya,
masukkan tiang rangka ke dalam selubung luar tenda. Lakukan hal yang
sama pada tiang rangka yang lain.
- Karena setiap tenda mungkin memiliki ukuran tiang rangka yang
berbeda, Anda harus mencari tahu sendiri setiap tiang rangka dan
pasangannya masing-masing. Alternatifnya, Anda dapat mencari tahu
melalui buku petunjuk pemasangan tenda. Tanpa adanya buku petunjuk, hal
ini dapat menjadi bagian yang paling sulit dalam proses pemasangan
tenda. Jika Anda kesulitan untuk mengetahui tiang rangka dan selubung
pasangannya, cobalah angkat tenda sampai bentuk dasarnya terlihat agar
Anda dapat menerka selubung yang cocok untuk setiap tiang rangka tenda.
-
5
Dirikan tenda Anda. Untuk membuat tenda berdiri,
terlebih dahulu pasangkan ujung dari setiap tiang rangka pada pin atau
penyemat yang ada terdapat pada setiap ujung bagian bawah tenda. Saat
Anda memasangkan ujung tiang pada pin, tiang rangka tenda akan mendapat
tekanan yang membuatnya melengkung sehingga kain tenda dapat terangkat
dan mulai membentuk tenda. Untuk memudahkan pekerjaan, Anda dapat
melakukannya bersama orang lain (semisal rekan Anda). Anda dan rekan
Anda harus berdiri di sisi yang saling berhadapan, kemudian bengkokkan
setiap tiang rangka secara bersamaan sehingga tenda terangkat.
- Setelah tiang rangka terpasang pada pasak, Anda mungkin perlu
sedikit ‘mengguncangkan’ tenda dan dengan hati-hati mengangkat ujung
tiang rangka dari pin agar strukturnya lebih pas. Sekali lagi, perlu
diingat bahwa semua tenda dome akan memiliki perbedaan, meskipun perbedaan tersebut tidak signifikan.
-
6
Pasangkan tenda pada pasak. Pada tenda biasanya terdapat semacam simpai kecil atau
eyelet
(lubang yang terbuat dari cincin logam) yang berada baik di setiap
ujung luar tenda maupun di bagian tengah dari setiap sisi luar tenda.
Simpai atau penyemat itu dapat Anda gunakan untuk menambatkan tenda Anda
ke tanah. Masukkan pasak ke dalam simpai atau
eyelet, kemudian masukkan pasak ke dalam tanah.
- Jika Anda berencana untuk segera tidur setelah mendirikan tenda,
Anda mungkin tidak perlu memasang pasak pada tenda Anda, terutama jika
Anda berkemah di wilayah yang banyak memberikan Anda perlindungan
(semisal banyak pepohonan), serta tidak banyak angin. Namun jika Anda
akan melakukan hiking atau sekedar berkeliling, penting bagi Anda
untuk memasang pasak pada tenda Anda agar tenda Anda tidak terbawa
angin jika tiba-tiba angin kencang bertiup.
-
7
Pasang rainfly pada tenda Anda. Bentangkan
rainfly di atas tenda Anda kemudian pasangkan pada tenda Anda. Pada beberapa tenda,
rainfly dapat dipasangkan pada tenda dengan menempelkan lembaran
velcro yang ada pada
rainfly dan kain tenda. Sementara itu pada tenda-tenda yang lain,
rainfly dipasang pada tenda dengan menggunakan kawat elastis yang diikatkan pada pasak.
- Beberapa orang biasanya tidak memasang rainfly pada tenda mereka jika mereka berani menjamin bahwa tidak akan turun hujan selama berkemah. Beberapa jenis rainfly
dapat menghalangi pemandangan Anda dari jendela tenda, sehingga untuk
melihat pemandangan di luar jendela Anda harus membongkar rainfly terlebih dahulu. Namun demi keselamatan, ada baiknya Anda tetap memasang rainfly pada tenda Anda.
- Setelah tenda berdiri, lipatlah ujung-ujung kain terpal dan selipkan
ke bawah tenda Anda untuk memastikan bahwa tidak ada kain terpal yang
tersembul keluar dari bawah tenda. Kain terpal yang masih terbuka di
luar tenda dapat menyebabkan air tergenang di sekitar tenda jika hujan
turun. Oleh karena itu, pastikan tidak ada kain terpal yang masih
terbuka di sekitar tenda Anda.
Bagian 3 dari 3: Mengepak Kembali Tenda Anda
-
1
Keringkan tenda Anda. Setelah selesai berkemah,
biarkan tenda Anda kering secara menyeluruh di bawah sinar matahari
sebelum Anda mengepaknya. Usahakan Anda dapat mengeringkannya untuk
menghindari timbulnya jamur di bagian dalam tenda Anda. Lepaskan rainfly,
pasak, serta keluarkan benda apapun yang ada dari dalam tenda dan tepuk
kain tenda Anda agar udara dari dalam tenda dapat keluar.
-
2
Gulung tenda dan rainfly. Jangan pernah
melipat kain tenda seperti saat Anda akan melipat kemeja atau bendera
agar kain tenda tidak berkerut atau kusut. Oleh karena itu, gulung kain
tenda Anda dan masukkan ke dalam tas tenda Anda. Ini dapat membantu
menjaga agar kain tenda Anda tetap berada dalam kondisi yang baik serta
tidak bocor. Dengan begini, tenda Anda akan lebih tahan lama. Pastikan
sebelum Anda memasukkan komponen-komponen tenda yang lain ke dalam tas
tenda, Anda memasukkan terlebih dahulu tenda dan rainfly.
-
3
Masukkan tiang rangka dan pasak ke dalam tas tenda. Setelah Anda memasukkan tenda dan rainfly,
masukkan tiang rangka dan pasak ke dalam tas dan simpanlah
komponen-komponen tersebut di samping tenda dan rainfly. Anda perlu
berhati-hati agar tiang rangka dan pasak tenda tidak sampai merusak atau
merobek tenda. Biasanya terdapat tas terpisah untuk menyimpan tiang
rangka dan pasak sehingga mengurangi risiko tenda Anda sobek karena
terkena tiang rangka atau pasak yang tajam.
-
4
Bila perlu, angin-anginkan tenda. Secara berkala,
keluarkan tenda dari tasnya dan angin-anginkan tenda Anda, terutama jika
tenda Anda basah setelah digunakan. Jika Anda tidak terlalu sering
berkemah, penting bagi Anda untuk mengeluarkan udara yang ada dalam
tenda Anda dan mengangin-anginkannya untuk mencegah terjadinya
kerusakaan yang disebabkan karena udara lembab yang terjebak, sehingga
membuat kain tenda membusuk. Bila perlu, angin-anginkan di bawah sinar
matahari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar