1. Sebelum mendaki, kamu harus menetapkan tujuan terlebih dahulu, mau sampai puncak gunung atau tidak. Begitu pula dalam hidup.
blog.boombotix.co.id
Tujuan orang mendaki gunung berbeda-beda.
Kamu harus mampu menilai kemampuan diri sendiri serta keinginan yang
kamu miliki. Mendaki gunung tidak harus sampai puncak, kamu bisa saja
nge-camp di separuh jalur pendakian, seperti di Ranu Kumbolo yang ada di Gunung Semeru.
Hidup itu seperti naik gunung. Sebelum
melakukan sesuatu, kamu harus menetapkan apa tujuan hidupmu. Tidak perlu
mencontoh orang lain, tetapkan sesuatu yang kamu yakin bisa capai.
Serta kamu harus tahu apa yang benar-benar jadi keinginanmu yang akan
membuatmu bahagia.
2. Siapkan rencana. Mulai semua peralatan dan kondisi tubuh demi mampu mencapai target yang ingin kamu gapai.
Mendaki gunung tak sama dengan berwisata
ke taman hiburan. Medan dan situasi yang akan kamu lewati sangat sulit
dan tak tertebak. Untuk itu kamu perlu perencanaan yang matang. Mulai
dari menentukan waktu keberangkatan, jalur pendakian, titik tempat
istirahat, persiapan semua perlengkapan dan memastikan kondisi tubuh
yang fit. Mendaki tanpa rencana yang matang bisa membunuhmu, jadi ini bukan perkara main-main.
Dalam menjalani hidup pun begitu. Kita
harus selalu memulai langkah dengan perencanaan matang agar semua
berjalan dengan baik-baik saja.
3. Kamu bisa mendaki sendirian, namun akan lebih baik jika kamu berjalan bersama teman.
Medan dan situasi yang berat akan terasa
lebih ringan kalau kamu memiliki teman seperjalanan. Alangkah baiknya
kamu mencari teman yang mau mendaki bersamamu. Sendiri memang membuatmu
melangkah lebih cepat, namun bersama teman akan membuatmu melangkah
lebih jauh.
Begitu pula dengan hidup. Meski kamu
merasa bisa jalan sendirian, percayalah kamu tetap butuh teman atau
pendamping untuk menjalani hidup.
4. Kamu akan menyadari bahwa ini bukan tentang menaklukan gunung, tapi menaklukan diri sendiri.
Tantangan dan situasi yang berat akan
membuatmu berpikir untuk menyerah. Kelelahan, oksigen yang menipis dan
hawa yang dingin, alasan yang cukup bagimu untuk menyerah. Kamu akan
sadar, bahwa mendaki bukan tentang menaklukan alam, tapi menaklukan diri
sendiri.
Begitu pula dengan hidup. Menjadi hebat
bukan tentang menaklukkan dunia dan seisinya, tapi menaklukan ego diri
sendiri dan menguasai diri.
5. Mencapai puncak tujuan butuh perjuangan dan pengorbanan. Bukankah perjalanan hidup juga begitu?
Puncak gunung yang jadi tujuanmu mendaki
membutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang tidak sedikit. Setiap
pendaki pasti merasakan hal ini. Tak ada pesawat atau kendaraan yang
memudahkan perjalanan.
Sama dengan perjalanan hidup. Tidak ada
yang instan di dunia ini. Jika kamu ingin mencapai tujuanmu, kamu harus
berusaha dan berjuang untuk ke sana. Akan selalu ada banyak halangan dan
rintangan yang harus kamu lewati untuk mencapai puncak kesuksesan.
6. Jika kamu ingin mendapatkan atau melihat sesuatu yang mengagumkan, keluarlah dari zona nyaman.
Gunung bukan merupakan zona nyaman bagi
setiap orang. Perjalanan ke puncak gunung dan mendapatkan pemandangan
indah itu butuh proses yang tak gampang. Mendaki gunung menunjukkan kamu
berani keluar dari zona nyaman dan meninggalkan kemudahan hidup saat di
perkotaan.
Sama dengan menjalani hidup. Kesuksesan
selalu datang bagi orang yang berani keluar dari zona nyaman. Kesuksesan
adalah milik orang yang menerima dan melewati tantangan.
7. Ketahuilah, tubuh kita bukan mesin. Sesekali kita butuh istirahat sejenak.
Saat mendaki gunung kamu akan tahu ada
batasan bagi tubuh manusia untuk beraktivitas. Agar perjalananmu bisa
sampai puncak, kamu butuh istirahat untuk mengisi ulang energimu.
Begitu pula dalam hidup, di sela-sela
kesibukanmu bekerja atau kuliah, kamu butuh mengistirahatkan tubuhmu.
Bisa juga liburan, main sama teman-teman atau bercengkrama dengan
keluarga. Karena memang, tanpa "istirahat" hidupmu justru tak akan
bahagia.
8. Naik gunung membuatmu sadar, ada banyak orang baik di dunia ini yang masih mau menolong.
Saat mendaki gunung,
kamu akan menemui dan berpapasan dengan beragam karakter manusia. Namun
begitu, satu hal yang pasti bahwa ketika kamu dalam situasi sulit, akan
ada orang yang menolong dan membantumu. Entah menawarkan minuman atau
hanya memberikan support padamu.
Sama halnya dengan hidup. Dunia ini masih
banyak orang baik yang akan menemani perjalanan hidupmu. Karena pada
dasarnya manusia adalah makhluk yang baik dan peduli. Apalagi, jika kamu
juga baik pada orang lain.
9. Kamu akan merasa kecil dan tak berdaya setelah sampai di puncak gunung.
Ketika sampai di puncak, ada rasa bahagia
di hati. Kamu berhasil melewati semua rintangan untuk sampai di sini.
Rasa puas ini hanya akan berlangsung beberapa menit, berikutnya kamu
akan sadar bahwa kamu hanyalah titik kecil di dunia yang begitu besar
dan luas. Ada rasa syukur atas semua nikmat yang diberikan Tuhan.
10. Kamu memahami makna pulang ke rumah. Keluarga adalah segalanya.
Tujuan mendaki gunung bukanlah mencapai
puncak, namun pulang ke rumah dengan selamat. Selama di gunung kamu akan
sadar, bahwa rumah adalah tempat terbaik yang memberimu perlindungan
dan kehangatan, hal yang tidak kamu dapat selama di gunung. Ini akan
membuatmu lebih menghargai arti rumah, selalu berusaha untuk pulang ke
rumah, tempatmu berasal. Jadi apapun kamu nanti, keluarga adalah tempat
kembali.
Mendaki gunung sama dengan menjalani
hidup. Kamu butuh kerendahan hati, konsistensi, strategi dan keteguhan
niat untuk sampai pada apa yang kamu inginkan.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar