Minggu, 02 Oktober 2016

Khansa Syahlaa


Khansa Syahlaa, Gadis Cilik Pendaki 5 Gunung Tertinggi Indonesia

pendaki cilik, Khansa Syahlaa (10), berpose di salah satu puncak gunung di Indonesia

KabarID.com– Terinspirasi dari film “5 CM”, gadis cilik Khansa Syahlaa yang masih berumur 10 tahun ini telah menaklukkan pendakian marathon lima dari tujuh gunung tertinggi di Indonesia.
Kelima gunung yang berhasil didaki oleh perempuan imut ini adalah Gunung Semeru (3676 MDPL), Gunung Latimojong (3478 MDPL), Gunung Kerinci (3805 MDPL), Gunung Binaiya (3027 MDPL) di Pulau Seram-Maluku, dan Gunung Rinjani (3726 MDPL) di Lombok-NTB.
Khansa Syahlaa mengawali hobi dengan mendaki Gunung Semeru saat ia masih berusia 7 tahun. Bahkan orangtuanya pun tidak pernah berekspektasi bahwa gadis cilik ini akan dapat menaklukan gunung-gunung tertinggi diusia semuda ini.
Orangtua Khansa selalu mendukung tekat dan kemauan anaknya, adapun wujud dukungan ini salah satunya adalah dengan selalu memberi motivasi dan latihan fisik supaya si kecil tetap kuat.
“Pernah sih ngerasa capek, tapi habis itu sudah enggak capek lagi setelah disemangati Papa,” tutur Khansa, seperti yang dikutip dari KompasTravel , Selasa (20/7/16).

Pendaki cilik, Khansa Syahlaa saat di puncak Gunung Kerinci | Foto: dok. Facebook/Aulia.Sina

Gadis kecil 10 tahun asal Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini berkata, bahwa rasa lelah bisa hilang seketika ketika melihat keindahan alam dari ketinggian. Dengan tanpa menganggu aktivitas sekolah, Khansa Syahlaa selalu ikut mendaki gunung di setiap liburan sekolah
“Saya selalu mengingatkan Khansa agar dzikir dan berdoa, minta kekuatan dari Allah,” tutur ayah Khansa, Aulia Ibnu Sina.
Aulia Ibnu Sina, Ayah Khansa memaparkan bahwa ia selalu memberikan berbagai penjelasan kepada si kecil sebelum naik gunung. Baik tentang kondisi cuaca, kondisi jalanan, risiko yang akan dihadapi, dan lainnya. Selain itu, sebagai orang tua Aulia juga selalu memberi pengertian kepada Khansa untuk selalu tabah dalam menghadapi berbagai halangan dan rintangan ketika di jalan.
“Perjalanan Khansa tidak mudah untuk anak seusianya. Jalur terjal dan cuaca dingin tak jarang membuatnya kelelahan bahkan tergelincir. Tapi itu tak menyurutkan cita-citanya menggapai atap-atap nusantara,” ujar ayah Khansa seperti dikutip dari pojoksatu.id, Selasa (19/07/2016).
Mendaki beberapa puncak tertinggi di Indonesia bukanlah perkara yang mudah bagi Khansa. Contohnya ketika mendaki Gunung Binaiya di Pulau Seram, Khansa sempat mengalami luka dan kutu air karena hujan yang mengguyur selama dua hari.
“Usai dari dari Binaiya, selang satu hari istirahat, dia langsung mau naik Rinjani. Padahal kakinya masih bermasalah,” jelas Aulia.
Tantangan lainnya dihadapi Khansa di Gunung Kerinci, Provinsi Jambi. Dia berhasil mendaki gunung dengan trek curam dan penuh abu vulkanik. Siswi SD Islam Darussalam di Gunung Putri, Bogor itu dikenal ayahnya sebagai anak yang sangat tabah dan tenang. Jarang sekali dirinya mengeluh karena capek ataupun bosan. Bahkan di bulan Ramadhan, Khansa masih menjalani latihan fisik seperti jogging dan naik-turun tangga pada pukul sembilan malam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar