Selasa, 18 Oktober 2016
Senin, 10 Oktober 2016
Cara Memasak Nasi Dengan Nasting
Memasak nasi adalah aktivitas yang sering kita temui tatkala melakukan
pendakian gunung, camping dan aktivitas outdoor lainnya. Tidak semua
orang bisa memasak nasi dengan hasil yang memuaskan, jika anda kesulitan
memasak nasi saat naik gunung. Berikut kami tulis salah satu teknik
memasak nasi dengan hasil yang memuaskan.
Karena akan memasak nasi maka tentu saja siapkan beras sesuai kebutuhan,
terus kompor dan gasnya, serta nasting khas tentara. Air juga jangan
lupa he he..pokoknya sudah pahamlah soal masak nasi apa saja yang harus
di siapkan.
| Alat Dan Bahan |
Menyalakan Kompor
Tentunya kalau sudah siap semua, beras sudah di cuci baru dinyalakan kompornya. Untuk banyaknya air dikira-kira saja, biasanya pakai teknik celupkan jari telunjuk, paling tidak ketinggian air dari berasnya satu ruas jari. Untuk nyala kompor coba saja dibesarkan agar cepat matangnya.
Letakkan Nasting Dan Ditutup
Setelah siap semua, letakkan nasting di atas kompor dan tutuplah dengan nasting lainnya agar beras cepat matang.
Awal masak jam menunjukkan pukul 07.05, hanya sekedar ingin tahu berapa
lama masaknya, dengan takaran beras 1 gelas kecil dan suhu udara sekitar
22 derajad celcius.
Menggeser Nasting Penutup
Tunggulah beberapa saat, besarkan saja nyala api kompornya, maka akan bunyi air mendidih dan naik keatas berusaha keluar lewat sela-sela tutup. Untuk menghindari air tumpah-tumpah maka geserlah tutup sehingga terbuka dan air yang sudah bercampur beras tidak tumpah-tumpah ke mana-mana.
Sekitar 2-3 menit air mulai mendidih dan meluap-luap dan keluar buih,
tanpa proses pemanasan beras dimulai. Atur buka dan tutup nastingnya
kalau sudah tidak ada tanda meluap-luap tutup kembali nasting dan buka
sedikit demi sedikit kalau akan meluap.
Turunkan Nasting
Setelah terlihat air mulai habis dan beras mulai bersuara karena panas maka turunkan nasting jaga jangan sampai gosong dengan cara mengecilkan api.
Membalik Nasting
Nasting yang semula di bagian bawah di balik menjadi bagian atas sehingga beras bagian atas menjadi bagian bawah dengan ini pemanasan akan menjadi rata tanpa harus mengaduk beras.
Berhati-hati saat membalik nasting karena masih panas, pakailah koas tangan tebal atau tempat nasting untuk memegang nasting.Tentunya kalau sudah siap semua, beras sudah di cuci baru dinyalakan kompornya. Untuk banyaknya air dikira-kira saja, biasanya pakai teknik celupkan jari telunjuk, paling tidak ketinggian air dari berasnya satu ruas jari. Untuk nyala kompor coba saja dibesarkan agar cepat matangnya.
| Semua Sudah Siap |
Setelah siap semua, letakkan nasting di atas kompor dan tutuplah dengan nasting lainnya agar beras cepat matang.
| Jam 07.05 Kami Mulai Masak Nasinya |
Menggeser Nasting Penutup
Tunggulah beberapa saat, besarkan saja nyala api kompornya, maka akan bunyi air mendidih dan naik keatas berusaha keluar lewat sela-sela tutup. Untuk menghindari air tumpah-tumpah maka geserlah tutup sehingga terbuka dan air yang sudah bercampur beras tidak tumpah-tumpah ke mana-mana.
| Air Mulai Mendidih |
Turunkan Nasting
Setelah terlihat air mulai habis dan beras mulai bersuara karena panas maka turunkan nasting jaga jangan sampai gosong dengan cara mengecilkan api.
| Nasting Sudah Di Turunkan |
Membalik Nasting
Nasting yang semula di bagian bawah di balik menjadi bagian atas sehingga beras bagian atas menjadi bagian bawah dengan ini pemanasan akan menjadi rata tanpa harus mengaduk beras.
| Memegang Nasting Panas Dengan Kaos Tangan |
| Memegang Nasting Panas Dengan Bungkus Nasting |
Masak Kembali
Setelah dibalik maka dengan memakai pengangkat nasting letakkan kembali nasting di atas kompor dan beri air sedikit demi sedikit di sela-sela pertemuan nasting dengan tutupnya.
| Memberi Air Di Sela-Sela Nasting Dengan Tutupnya |
| Ternyata Lama Juga Sampai Jam 07.30 |
Cara Memasak Nasi dengan Nesting
Cara Memasak Nasi dengan Nesting
![]() |
| Nesting Kotak 3 susun |
Nesting adalah peralatan masak yang fungsinya bisa juga sebagai
peralatan makan. Kalo yang sering naik gunung pasti udah gak asing lagi.
Peralatan ini biasa dipakai untuk kegiatan outdoor. Kita bisa memasak air, lalu membuat
minuman dari air panas dengan nesting. Memasak sayur-sayuran atau bahkan
memasak mie instan. Dan satu lagi yang utama yaitu memasak nasi dengan
nesting.
Bahannya terbuat
dari campuran aluminium yang tahan panas dan ringan oleh sebab
itu mudah dibawa-bawa dan manfaatnya besar. . Bentuknya kotak ada kuping pegangan di dua
sisinya, dan tersusun 3 – 4 rangkap layaknya rantang. Di samping kedua
sisinya, dilengkapi dengan pegangan yang terbuat dari karet yang
fungsinya adalah sebagai pegangan saat dipakai buat masak. Kalau kalian ingin mencarinya, bisa ditemukan di toko – toko
perlengkapan outdoor.
Nasi adalah makanan pokok orang Indonesia. Orang Indonesia tidak kenyang
kalau tidak makan nasi, begitu kira-kira istilahnya. Jadi, di puncak
gunung maupun di tengah hutan blantara orang Indonesia harus makan nasi.
Tapi, terkadang teknik
memasak nasi kita hanya sekedar merebus beras hingga empuk namun tidak matang
secara merata bahkan menyisakan kerak. Oleh karenanya, saya akan mengulas lebih
jelas tentang tehnik memasak nasi menggunakan nesting dan peralatan sederhana
lainnya.
Peralatan dan bahan yang diperlukan :
- Nesting komplit
- Kompor portable
- Gas
- Beras
- Air secukupnya
- Gelas plastik/aqua kecil
- Korek api
- Siapkan nesting, dan cuci bersih berasnya, bilas 3-4 kali
- Masukkan air dan beras ke dalam nesting dengan perbandingan 2:1 (jika 2 gelas aqua kecil air, maka berasnya 1 gelas saja). Sedangkan untuk takaran porsi makan normalnya 1/2 gelas aqua kecil untuk 1 porsi nasi
- Panaskan air (sejumlah takaran tadi), kemudian masukkan beras kedalam nesting.
- Masak nasinya dengan estimasi 7-12 menit, gunakan api besar biar lebih cepat mendidih
- Setelah itu, buka nesting dan aduk supaya merata airnya & meresap ke dalam nasi biar lebih pulen
- Tutup lagi nestingnya. Lalu kecilkan api
- Tunggu nasi sampai matang kira-kira 10-15 menit
- Bila nasi telah matang, matikan api dan buka tutupnya. Biarkan uap mengepul dan nasi siap dihidangkan.
Cara Mudah Membuat Kompor Portabel Saat Camping
Kompor menjadi peralatan yang wajib kamu bawa saat camping. Satu hal
yang perlu langsung saya tekankan adalah, kompor kecil berbahan
bakar spirtus adalah yang terbaik dan cukup simpel untuk kamu bawa ke
medan yang susah. Terutama saat melakukan pendakian. Harga kompor mini
tak terlalu mahal, hanya berkisar antara Rp 150.000,00.
Namun, pernahkah terpikir untuk membuatnya sendiri? Tentunya dengan bahan-bahan sederhana yang mudah dijangkau, yaitu berbahan dasar kaleng minuman. Kaleng bekas yang menjadi sampah tersebut bisa kamu gunakan untuk menjadi bahan yang lebih berdaya berguna.
Kamu bisa mengikuti tips membuat kompor portabel buatan tangan dari innamag berikut:
Langkah 1: Yang kamu butuhkan adalah 2 kaleng bekas minuman, spidol, gunting atau cutter, paku, alkohol, dan fiberglass.
Langkah 2: Tandai kaleng pada bagian bawah. Untuk batas pemotongan kaleng dan untuk bagian yang akan dilubangi nanti. Lihat pada gambar.
Langkah 3: Potong bagian bawah kaleng usai ditandai, dan ambil bagian bawahnya. Satukan kedua potongan tersebut hingg saling menutup. Pada bagian dalam masukan fiberglass.
Langkah 4: Tuang alkohol ke dalam lubang sebagai bahan bakar.
Langkah 5: Kompor portabel ramah lingkungan siap menjadi teman perjalananmu untuk dibawa camping.
Namun, pernahkah terpikir untuk membuatnya sendiri? Tentunya dengan bahan-bahan sederhana yang mudah dijangkau, yaitu berbahan dasar kaleng minuman. Kaleng bekas yang menjadi sampah tersebut bisa kamu gunakan untuk menjadi bahan yang lebih berdaya berguna.
Kamu bisa mengikuti tips membuat kompor portabel buatan tangan dari innamag berikut:
Langkah 1: Yang kamu butuhkan adalah 2 kaleng bekas minuman, spidol, gunting atau cutter, paku, alkohol, dan fiberglass.

Foto dari innamag
Langkah 2: Tandai kaleng pada bagian bawah. Untuk batas pemotongan kaleng dan untuk bagian yang akan dilubangi nanti. Lihat pada gambar.

Foto dari innamag
Langkah 3: Potong bagian bawah kaleng usai ditandai, dan ambil bagian bawahnya. Satukan kedua potongan tersebut hingg saling menutup. Pada bagian dalam masukan fiberglass.

Foto dari innamag
Langkah 4: Tuang alkohol ke dalam lubang sebagai bahan bakar.

Foto dari innamag
Langkah 5: Kompor portabel ramah lingkungan siap menjadi teman perjalananmu untuk dibawa camping.
Cara Mengganti Tabung Gas Kompor Portable
Cara Mengganti Tabung Gas Kompor Portable
Hari kedua di apartemen sukarno hatta, Malang, ada masalah, kompor portable kehabisan gas. Tabung gas nya sudah ada, tinggal dipasang. Tapi bagaimana caranya?
Langkah pertama adalah membuka sekrupnya menggunakan ujung gunting,,, cara sulit. Lol.
Begitulah yang pertama memang selalu salah.
Ternyata mengganti tabung gas kompor portable sangat mudah. Cukup lepas kompornya dengan mengangkatnya ke atas. Setelah itu penutup tabung gas dibuka ke kanan dan tabung pun siap dilepas.
Ganti tabung gas baru dengan yang lama, perhatikan posisinya, yang mana di atas dan mana yang dibawah. Tutup tabung gas dan pasang kembali penutup kompor (entah apa namanya).
Kompor gas portable pun siap digunakan.

CARA MEMSANG HEMOCK YANG BAIK
Saat ini, hammock memang tampak biasa dan sudah menjadi barang
pelengkap bagi setiap traveler. Bahkan hammock yang digunakan bukan
hanya ada satu di tiap pohon (sebagai tiangnya), tapi berpuluh-puluh
hammock tersusun tinggi mulai dari batang pohon paling bawah hingga
paling atas.
Lalu, bagaimana cara memasang hammock hingga setinggi ini, ya? Perhatikan cara memasang hammock berikut ini.
Jika ingin menggunakan pohon kelapa atau pohon pinus sebagai tiangnya, usahakan memilih pohon yang kokoh. Yang terpenting, pohon tersebut bukanlah sarang serangga yang berbahaya.
Bagian-bagian yang perlu kamu cek adalah kain hammock (biasanya sering kena putung rokok), kondisi webbing(bisanya sering tergesek), quicklink, ring O, atau carabiner.
Jika kondisi hammock kamu baru, nggak usah repot-repot ngecek kondisi, karena saya yakin kamu pasti sudah mengecek kondisi hammock ketika mau membelinya

Foto oleh Wahyu Adityo Prodjo/Kompas.com
Sebelum memasang hammock, pilih tiang yang kokoh
Sebenarnya, hammock tidak hanya bisa dipasang di pohon, tapi juga di tiang-tiang. Nah, jika ingin merasa nyaman tiduran di hammock, kamu harus memilih tiang yang tepat. Usahakan untuk memastikan kekokohan tiang tersebut.Jika ingin menggunakan pohon kelapa atau pohon pinus sebagai tiangnya, usahakan memilih pohon yang kokoh. Yang terpenting, pohon tersebut bukanlah sarang serangga yang berbahaya.
Usahakan, pilih tiang yang memiliki jarak yang pas (sekitar 3 meter)
Ukuran yang paling ideal untuk memasang hammock adalah dengan dua tiang berjarak 3 meteran. Meskipun sebenarnya jarak antar tiang tergantung dengan panjang hammock dan tali webbing, sih. Tapi, untuk kenyamanan dan kemudahan dalam pemasangan hammock, lebih baik kamu ikuti saran di atas.Sebelum pasang hammock, cek kondisi hammock terlebih dahulu
Memasang hammock memang harus sabar, kalau tidak nanti bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Contoh sederhananya adalah mengecek kondisi hammock. Pengecekan ini bertujuan agar keselamatan pengguna tetap terjaga. Apalagi, kamu yang sedang pinjem hammock temen, pengecekan adalah hukum yang wajib. Ingat-ingat ya!Bagian-bagian yang perlu kamu cek adalah kain hammock (biasanya sering kena putung rokok), kondisi webbing(bisanya sering tergesek), quicklink, ring O, atau carabiner.
Jika kondisi hammock kamu baru, nggak usah repot-repot ngecek kondisi, karena saya yakin kamu pasti sudah mengecek kondisi hammock ketika mau membelinya
Cara Mendirikan Tenda Dome
Cara Mendirikan Tenda Dome
Sebelum Anda terjebak di kegelapan hutan karena tidak memiliki kemah, penting bagi Anda untuk memastikan bahwa Anda tahu cara untuk mendirikan tenda. Untungnya, pemasangan tenda dome lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan jenis-jenis tenda lainnya. Bentuknya yang sederhana, mudah dibawa kemana-mana, serta kenyamanan yang diberikan membuat tenda dome cocok digunakan untuk berkemah. Pelajarilah cara untuk memilih lokasi kemah yang tepat, memasang tenda, dan merawat tenda dome Anda terutama saat tidak digunakan.Bagian 1 dari 3: Memilih Lokasi Kemah Yang Tepat
-
1Carilah area perkemahan yang cocok. Dimana pun Anda berkemah, baik sekedar di halaman belakang maupun di pedalaman hutan, Anda perlu mencari lokasi kemah yang tepat yang dapat memberikan Anda pengalaman berkemah yang paling menyenangkan. Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, namun yang paling utama adalah Anda harus memastikan bahwa area yang Anda pilih merupakan area yang diperbolehkan untuk berkemah.
- Jika Anda ingin berkemah di taman nasional atau hutan raya, pastikan Anda mendirikan kemah Anda di lokasi-lokasi yang memang sudah ditentukan oleh pihak pengelola taman nasional. Seringkali area-area yang diperbolehkan untuk berkemah ditandai oleh beberapa tiang besi bernomor. Selain itu, di area-area tersebut biasanya terdapat meja piknik, ceruk untuk api anggun, dan, kadang-kadang, keran air yang dapat digunakan saat berkemah.
- Jika Anda berkemah di pedalaman hutan, pastikan Anda mengikuti aturan yang dibuat oleh pihak pengelola cagar alam. Setiap cagar alam memiliki peraturan yang berbeda terkait, sebagai contoh, seberapa dekat kemah Anda ke sumber air atau seberapa dekat kemah Anda ke jalan setapak hutan.
- Dimana pun Anda berkemah, sangat penting untuk diingat bahwa sebaiknya Anda menghindari berkemah di lokasi-lokasi yang merupakan tanah milik pribadi. Hal ini dimaksudkan agar istirahat Anda di malam hari tidak terganggu oleh pemilik tanah yang marah karena Anda berkemah di tanah miliknya. Jangan pernah berkemah di tempat-tempat yang memang tidak diizinkan.
-
2Carilah tempat yang datar. Setelah Anda memilih area perkemahan, kini waktunya Anda untuk mencari tempat untuk mendirikan kemah Anda. Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dan faktor yang paling utama adalah kenyamanan. Akan sulit bagi Anda untuk tidur nyenyak di atas permukaan yang miring, oleh karena itu disarankan bagi Anda untuk mencari tempat yang sangat datar dan ditumbuhi rerumputan dan sedikit semak-semak di sekitarnya.
- Jika memungkinkan, carilah yang tinggi untuk berkemah. Tentunya Anda tidak ingin berada di daerah yang rendah karena saat hujan, air akan mengalir turun ke daerah tersebut. Oleh karena itu, ada baiknya Anda menghindari daerah-daerah seperti bekas sungai yang telah kering ataupun daerah-daerah yang cekung. Anda tidak ingin terbangun dalam keadaan tenda yang sudah becek, bukan?
-
3Carilah tempat yang terlindung dari sengatan matahari langsung. Idealnya, tenda harus didirikan di daerah yang teduh, terutama jika cuaca di luar tenda sedang panas. Selain itu, meskipun tenda dome tahan terhadap angin, ada baiknya Anda mencari tempat berkemah yang terlindung dari tiupan angin untuk melindungi tenda Anda jika sewaktu-waktu cuaca tiba-tiba menjadi buruk saat Anda sedang melakukan hiking atau meninggalkan tenda Anda. Tentunya Anda tidak ingin saat Anda kembali ke kemah, Anda tak melihat tenda Anda karena telah terbawa angin. Agar Anda dapat mendapatkan istirahat yang nyaman di malam hari dan menikmati pagi yang sejuk, cobalah letakkan tenda Anda di sisi barat bukit atau barisan pepohonan.
- Jangan pernah mendirikan tenda tepat di bawah pepohonan. Jika turun hujan (atau bahkan hujan yang sangat deras), Anda mungkin berpikir bahwa pohon dapat menjadi pelindung alternatif. Sayangnya, Anda dapat beresiko ikut tersambar petir jika pohon yang Anda pilih sebagai tempat bernaung tersambar petir. Selain itu terdapat pula bahaya-bahaya lain, semisal tertimpa dahan besar. Tenda Anda dapat melindungi dari hujan, namun jika tertimpa benda-benda berat, Anda tetap dapat mengalami luka. Oleh karena itu, dirikanlah tenda Anda di tempat-tempat yang terbebas dari bahaya-bahaya tersebut (atau setidaknya tidak beresiko tinggi terkena bahaya).
-
4Jauhkan sumber api dari tenda Anda. Idealnya, Anda perlu mengetahui kemana arah angin agar Anda dapat memposisikan tenda Anda. Pastikan tenda Anda berada di belakang sumber api agar saat angin bertiup, api tidak berkobar ke arah tenda Anda. Selain itu, pastikan tidak ada bara api atau percikan api untuk menghindari bahaya kebakaran yang dapat mengintai Anda.
- Jika Anda berencana berkemah dalam jangka waktu yang cukup panjang, ada baiknya posisi tenda Anda tidak melawan arah angin yang berasal dari daerah kamar mandi umum. Tentunya Anda tidak ingin mencium bau tak sedap dari angin yang berhembus, bukan?
-
5Bersihkan kerikil, dedaunan dan ranting-ranting kering dari area kemah Anda. Setelah Anda menemukan lokasi yang ideal untuk mendirikan tenda, luangkan beberapa menit untuk membersihkan kerikil, dahan-dahan kering, ataupun sampah-sampah lainnya dari area kemah Anda. Jika Anda sudah mendirikan tenda sebelum membersihkan sampah-sampah tersebut, mungkin Anda akan merasa tidak nyaman saat beristirahat karena ada batu besar yang mengganjal punggung Anda. Tentunya akan sulit dan terlalu larut bagi Anda untuk keluar dari tenda dan membuang batu tersebut. Oleh karena itu, bersihkan terlebih dahulu area kemah Anda agar nantinya Anda dapat beristirahat dengan lebih nyaman.
- Jika memungkinkan, pilihlah area kemah yang dipenuhi dengan dedaunan pohon pinus, terutama jika Anda berkemah di area yang dikelilingi oleh banyak pohon pinus. Daun pinus dapat menjadi ‘kasur’ alami yang lembut dan nyaman, sehingga Anda dapat beristirahat dengan lebih baik.
Bagian 2 dari 3: Mendirikan Tenda Dome
-
1Bentangkan kain terpal di atas permukaan tanah. Memang kebanyakan tenda tidak disertai dengan kain terpal dalam boks pembeliannya, namun sudah merupakan hal yang umum untuk mengalasi daerah yang akan didirikan tenda dengan plastik atau kain terpal sebagai pembatas kelembaban antara tanah dengan tenda Anda. Meskipun memang tidak diwajibkan, namun penggunaan terpal ini sangat disarankan agar kelembaban tanah tidak dapat mencapai alas tenda sehingga lantai tenda tidak akan terasa basah dan lembab. Terlebih lagi saat berkemah di musim hujan, tentunya Anda akan senang karena lantai tenda Anda tidak akan basah.[1]
- Lipatlah kain terpal sesuai dengan ukuran tenda Anda, namun luasnya sedikit lebih kecil dari luas tenda Anda. Hal ini dilakukan agar ujung-ujung kain terpal tersebut tidak muncul dari bawah tenda saat hujan turun. Anda tidak perlu membuat lipatan yang sempurna karena setelah tenda didirikan, Anda masih dapat menyelipkan kain terpal tersebut ke bawah tenda dengan mudah.
-
2Letakkan semua komponen tenda di atas kain terpal. Keluarkan semua komponen tenda dari dalam tasnya dan periksalah komponen-komponen tersebut untuk memastikan bahwa tidak ada komponen tenda yang hilang atau tertinggal, serta seluruh komponen tenda dalam kondisi yang baik. Anda tidak dapat mendirikan tenda Anda jika ada tiang rangka yang patah atau hilang. Oleh karena itu, ada baiknya Anda memastikan bahwa komponen-komponen tenda Anda lengkap. Masing-masing tenda dome memiliki sedikit perbedaan, tergantung pada ukurannya, jenis, serta merknya. Akan tetapi, terlepas dari aspek-aspek tersebut, komponen-komponen dasarnya biasanya sama. Komponen-komponen tersebut antara lain:
- Tenda. Tenda terbuat dari kain vinyl, plastik, serta material-material lainnya. Pada tenda juga terdapat pintu dengan ritsleting, serta selubung luar sebagai tempat untuk memasukkan tiang kerangka.
- Rainfly. Dilihat dari ukuran dan bentuknya, rainfly mirip dengan tenda Anda, namun tidak memiliki bukaan dengan ritsleting dan selubung untuk tiang rangka. Rainfly merupakan pelindung yang dipasang pada bagian atas tenda dan digunakan, terutama, untuk melindungi tenda dari hujan.
- Tiang rangka tenda. Tiang rangka tenda umumnya tersambung oleh kawat elastis (atau bungee cord) untuk menjaga agar setiap tiang tidak terpisah. Berbeda dengan tiang rangka tenda jenis terbaru, tiang rangka tenda jenis lama biasanya perlu disambungkan dengan sekrup. Setidaknya terdapat dua atau, paling banyak, lima sampai enam jenis tiang rangka yang berbeda untuk tenda Anda yang masing-masing terdiri dari beberapa bagian atau segmen. Tidak diperlukan peralatan apapun untuk memasang tiang-tiang tersebut pada tenda.[2]
- Pasak harus disertakan dalam tas tenda agar tenda dapat ditambatkan ke tanah dan tidak terbawa angin. Pasak dipasang melalui selubung kecil yang terdapat pada bagian bawah tenda dan, mungkin juga, pada rainfly. Siapkan sekitar empat sampai sepuluh pasak untuk tenda Anda. Selain itu, Anda juga mungkin perlu membawa palu kecil untuk memasang pasak ke tanah.
- Anda juga mungkin perlu membawa tali tambang untuk mengikat rainfly pada tiang rangka, atau mengikat tenda pada pasak. Tentunya, masing-masing tenda akan memiliki perbedaan terkait penggunaan tali tambang.
-
3Sambungkan tiang rangka tenda. Tiang rangka tenda yang telah tersambung biasanya memiliki panjang sekitar 1,85 sampai 3 meter, dengan setiap segmen tiang telah saling tersambung satu sama lain melalui semacam pipa konektor logam (atau jika menggunakan sekrup, sekrup telah terkunci). Penyambungan tiang tenda akan sedikit berbeda, tergantung pada jenisnya, namun kebanyakan jenis tenda modern memiliki tiang rangka tenda yang telah tersambung dengan kabel elastis sehingga Anda dapat langsung menyatukan setiap segmen tiang dengan mudah. Setelah Anda selesai menyambungkan setiap segmen dari masing-masing tiang rangka, letakkan seluruh tiang rangka yang telah tersambung di atas permukaan tanah yang rata.
-
4Masukkan tiang rangka ke dalam selubung luar tenda. Terlebih dahulu bentangkan tenda di atas kain terpal, kemudian letakkan tiang-tiang rangka tenda di atas kain tenda dalam posisi menyilang untuk memastikan masing-masing tiang rangka dimasukkan ke dalam selubung luar yang sesuai. Kebanyakan tenda-tenda sederhana memiliki pola rangka memanjang yang membentuk huruf “X” saat dilihat dari atas. Setelah Anda yakin bahwa setiap tiang rangka telah sesuai dengan selubungnya, masukkan tiang rangka ke dalam selubung luar tenda. Lakukan hal yang sama pada tiang rangka yang lain.
- Karena setiap tenda mungkin memiliki ukuran tiang rangka yang berbeda, Anda harus mencari tahu sendiri setiap tiang rangka dan pasangannya masing-masing. Alternatifnya, Anda dapat mencari tahu melalui buku petunjuk pemasangan tenda. Tanpa adanya buku petunjuk, hal ini dapat menjadi bagian yang paling sulit dalam proses pemasangan tenda. Jika Anda kesulitan untuk mengetahui tiang rangka dan selubung pasangannya, cobalah angkat tenda sampai bentuk dasarnya terlihat agar Anda dapat menerka selubung yang cocok untuk setiap tiang rangka tenda.
-
5Dirikan tenda Anda. Untuk membuat tenda berdiri, terlebih dahulu pasangkan ujung dari setiap tiang rangka pada pin atau penyemat yang ada terdapat pada setiap ujung bagian bawah tenda. Saat Anda memasangkan ujung tiang pada pin, tiang rangka tenda akan mendapat tekanan yang membuatnya melengkung sehingga kain tenda dapat terangkat dan mulai membentuk tenda. Untuk memudahkan pekerjaan, Anda dapat melakukannya bersama orang lain (semisal rekan Anda). Anda dan rekan Anda harus berdiri di sisi yang saling berhadapan, kemudian bengkokkan setiap tiang rangka secara bersamaan sehingga tenda terangkat.
- Setelah tiang rangka terpasang pada pasak, Anda mungkin perlu sedikit ‘mengguncangkan’ tenda dan dengan hati-hati mengangkat ujung tiang rangka dari pin agar strukturnya lebih pas. Sekali lagi, perlu diingat bahwa semua tenda dome akan memiliki perbedaan, meskipun perbedaan tersebut tidak signifikan.
-
6Pasangkan tenda pada pasak. Pada tenda biasanya terdapat semacam simpai kecil atau eyelet (lubang yang terbuat dari cincin logam) yang berada baik di setiap ujung luar tenda maupun di bagian tengah dari setiap sisi luar tenda. Simpai atau penyemat itu dapat Anda gunakan untuk menambatkan tenda Anda ke tanah. Masukkan pasak ke dalam simpai atau eyelet, kemudian masukkan pasak ke dalam tanah.
- Jika Anda berencana untuk segera tidur setelah mendirikan tenda, Anda mungkin tidak perlu memasang pasak pada tenda Anda, terutama jika Anda berkemah di wilayah yang banyak memberikan Anda perlindungan (semisal banyak pepohonan), serta tidak banyak angin. Namun jika Anda akan melakukan hiking atau sekedar berkeliling, penting bagi Anda untuk memasang pasak pada tenda Anda agar tenda Anda tidak terbawa angin jika tiba-tiba angin kencang bertiup.
-
7Pasang rainfly pada tenda Anda. Bentangkan rainfly di atas tenda Anda kemudian pasangkan pada tenda Anda. Pada beberapa tenda, rainfly dapat dipasangkan pada tenda dengan menempelkan lembaran velcro yang ada pada rainfly dan kain tenda. Sementara itu pada tenda-tenda yang lain, rainfly dipasang pada tenda dengan menggunakan kawat elastis yang diikatkan pada pasak.
- Beberapa orang biasanya tidak memasang rainfly pada tenda mereka jika mereka berani menjamin bahwa tidak akan turun hujan selama berkemah. Beberapa jenis rainfly dapat menghalangi pemandangan Anda dari jendela tenda, sehingga untuk melihat pemandangan di luar jendela Anda harus membongkar rainfly terlebih dahulu. Namun demi keselamatan, ada baiknya Anda tetap memasang rainfly pada tenda Anda.
- Setelah tenda berdiri, lipatlah ujung-ujung kain terpal dan selipkan ke bawah tenda Anda untuk memastikan bahwa tidak ada kain terpal yang tersembul keluar dari bawah tenda. Kain terpal yang masih terbuka di luar tenda dapat menyebabkan air tergenang di sekitar tenda jika hujan turun. Oleh karena itu, pastikan tidak ada kain terpal yang masih terbuka di sekitar tenda Anda.
Bagian 3 dari 3: Mengepak Kembali Tenda Anda
-
1Keringkan tenda Anda. Setelah selesai berkemah, biarkan tenda Anda kering secara menyeluruh di bawah sinar matahari sebelum Anda mengepaknya. Usahakan Anda dapat mengeringkannya untuk menghindari timbulnya jamur di bagian dalam tenda Anda. Lepaskan rainfly, pasak, serta keluarkan benda apapun yang ada dari dalam tenda dan tepuk kain tenda Anda agar udara dari dalam tenda dapat keluar.
-
2Gulung tenda dan rainfly. Jangan pernah melipat kain tenda seperti saat Anda akan melipat kemeja atau bendera agar kain tenda tidak berkerut atau kusut. Oleh karena itu, gulung kain tenda Anda dan masukkan ke dalam tas tenda Anda. Ini dapat membantu menjaga agar kain tenda Anda tetap berada dalam kondisi yang baik serta tidak bocor. Dengan begini, tenda Anda akan lebih tahan lama. Pastikan sebelum Anda memasukkan komponen-komponen tenda yang lain ke dalam tas tenda, Anda memasukkan terlebih dahulu tenda dan rainfly.
-
3Masukkan tiang rangka dan pasak ke dalam tas tenda. Setelah Anda memasukkan tenda dan rainfly, masukkan tiang rangka dan pasak ke dalam tas dan simpanlah komponen-komponen tersebut di samping tenda dan rainfly. Anda perlu berhati-hati agar tiang rangka dan pasak tenda tidak sampai merusak atau merobek tenda. Biasanya terdapat tas terpisah untuk menyimpan tiang rangka dan pasak sehingga mengurangi risiko tenda Anda sobek karena terkena tiang rangka atau pasak yang tajam.
-
4Bila perlu, angin-anginkan tenda. Secara berkala, keluarkan tenda dari tasnya dan angin-anginkan tenda Anda, terutama jika tenda Anda basah setelah digunakan. Jika Anda tidak terlalu sering berkemah, penting bagi Anda untuk mengeluarkan udara yang ada dalam tenda Anda dan mengangin-anginkannya untuk mencegah terjadinya kerusakaan yang disebabkan karena udara lembab yang terjebak, sehingga membuat kain tenda membusuk. Bila perlu, angin-anginkan di bawah sinar matahari.
CARA MEMBUAT BIVAK
Cara Membuat Bivak dan Bentuknya
Bivak atau shelter dapat dibagi atas :
1. Bivak alam
Tempat berlindung yang dibuat dengan menggunakan bahan - bahan yang terdapat di alam seperti ;
a. Pohon tumbang
b. Lubang pada pohon besar
c. Gua
d. Bivak dari bambu
e. Bivak dari daun tumbuh - tumbuhan
2. Bivak buatan
a. Menggunakan plastik
b. Menggunakan Fly sheet
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan Bivak yaitu:
1. Untuk berapa lama
Dengan merencanakan akan berapa lama berlindung di suatu tempat, penghematan tenaga dan kesadaran emosi akan terjaga.
2. Sendiri atau kelompok
Buatlah tempat berlindung yang sesuai dengan kebutuhan, tidak terlalu luas dan tidak terlau sempit sehingga kehangatan tempat berlindung tetap terjaga.
3. Memilih tempat
untuk menjaga kenyamanan dan tetap hangatnya tempat berlindung serta menghindari cepatnya penurunan daya tahan tubuh, perhatikan hal berikut ;
a. Dirikan bivak yang terlindung dari terpaan angin, jangan dirikan bivak ditempat yang terbuka dari terpaan angin
b. Dirikan bivak pada tempat yang kering dan rata, untuk daerah yang lembab, buatlah para - para yang kokoh. Jangan dirikan bivak dilereng gunung atau lembah
c. Dirikan bivak dibawah kerindangan pohon yang tembus sinar matahari. Jangan dirikan dibawah pohon yang rapuh dan lapuk
d. Pada situasi bivak yang permanen, usahakan dirikan pada daerah yang dekat dengan sumber air. Jangan dirikan bivak dialiran sungai dan jalur lintas binatang.
Di daerah tempat kita akan mendirikan bivak hendaknya bukan merupakan sarang nyamuk atau serangga lainnya. Kita juga perlu perhatikan bahan pembuat bivak. Usahakan bivak terbuat dari bahan yang kuat dan pembuatannya baik, sebab semuanya akan menentukan kenyamanan.
Ada beberapa syarat yang harus diperhatikan ketika kita memutuskan untuk membuat bivak, yaitu jangan sekali-kali membuat bivak pada daerah yang berpotensi banjir pada waktu hujan. Di atas bivak hendaknya tak ada pohon atau cabang yang mati atau busuk. Ini bisa berbahaya kalau runtuh.
Di daerah tempat kita akan mendirikan bivak hendaknya bukan merupakan sarang nyamuk atau serangga lainnya. Kita juga perlu perhatikan bahan pembuat bivak. Usahakan bivak terbuat dari bahan yang kuat dan pembuatannya baik. Bahan dasar untuk membuat bivak bisa bermacam-macam. Ada yang dibuat dari ponco (jas hujan plastik), lembaran kain plastik (flysheet) atau memanfaatkan bahan-bahan alami, seperti daun-daunan, ijuk, rumbia, daun palem, dan lainnya. Tapi yang paling penting, kesemua bahan dasar tadi sanggup bertahan ketika menghadapi serangan angin, hujan atau panas.
Selain bahan yang bermacam-macam, bentuk bivak pun amat beragam. Semuanya disesuaikan dengan kebutuhan. Tak harus berbentuk kerucut atau kubus, modelnya bisa apa saja. Ini amat bergantung pada kreativitas kita sendiri. Membuat bivak merupakan seni tersendiri karena kreasi dan seni seseorang bisa dicurahkan pada hasilnya.
Sebagai contoh, one man bivak. Pembuatannya dengan menancapkan kayu tiang pokok yang tingginya sekitar 1,5 meter. Letakkan di atasnya sebatang kayu yang panjangnya kira-kira dua meter. Ujungnya diikat kuat yang biasanya memakai patok. Lalu sandarkan potongan kayu yang lebih kecil di atasnya, yang berfungsi untuk menahan dedaunan yang akan jadi atap ”rumah” kita.
Bentuk lain dari alam yang bisa dimanfaatkan sebagai bivak yaitu gua, lekukan tebing atau batu yang cukup dalam, lubang-lubang dalam tanah dan sebagainya. Apabila memilih gua agar kita bisa memastikan tempat ini bukan persembunyian satwa. Gua yang akan ditinggali juga tak boleh mengandung racun. Cara klasik untuk mengetahui ada tidaknya racun adalah dengan memakai obor. Kalau obor tetap menyala dalam gua tadi artinya tak ada racun atau gas berbahaya di sekitarnya.
Kita juga bisa memanfaatkan tanah berlubang atau tanah yang rendah sebagai tempat berlindung. Tanah yang berlubang ini biasanya bekas lubang perlindungan untuk pertahanan, bekas penggalian tanah liat dan lainnya. Pastikan tempat-tempat tersebut tidak langsung menghadap arah angin. Kalau terpaksa menghadap angin bertiup kita bisa membuat dinding pembatas dari bahan-bahan alami. Selain menahan angin, dinding ini bertugas untuk menahan angin untuk tidak meniup api unggun yang dibuat di muka pintu masuk.
Bentuk2 Bivak dapat dilihat Gambar Dibawah Ini :
![]() |
| 4 Model Bivak |
![]() |
| 3 Model Bivak dalam Rangka Ranting |
![]() |
| Bentuk Bivak |
![]() |
| Bentuk Bivak Ponco |
![]() |
| Bentuk Bivak Terbuat Dari Ranting dan Daun |
![]() |
| Bentuk Bivak SB |
![]() |
| Bentuk Bivak Bersantai |
Bentuk lain dari alam yang bisa dimanfaatkan sebagai bivak yaitu gua, lekukan tebing atau batu yang cukup dalam, lubang - lubang dalam tanah dan sebagainya. Apabila memilih gua, kita bisa memastikan tempat ini bukan persembunyian satwa. Goa yang akan ditinggali juga tak boleh mengandung racun. Cara klasik untuk mengetahui ada tidaknya racun adalah dengan memakai obor. Kalau obor tetap menyala dalam gua tadi artinya tak ada racun atau gas berbahaya di sekitarnya.
Contoh Bentuk Bivak Alam:
![]() |
| Cara Membuat Bivak alam Tanah Berlubang |
![]() |
| Bentuk Bivak alam Tanah Berlubang |
![]() |
| Bentuk Bivak Alam Gua |
Kita juga bisa memanfaatkan tanah berlubang atau tanah yang rendah sebagai tempat berlindung. Tanah yang berlubang ini biasanya bekas lubang perlindungan untuk pertahanan, bekas penggalian tanah liat dan lainnya. Pastikan tempat - tempat tersebut tidak langsung menghadap arah angin. Kalau terpaksa menghadap angin bertiup kita bisa membuat dinding pembatas dari bahan - bahan alami. Selain menahan angin, dinding ini bertugas untuk menahan angin untuk tidak meniup api unggun yang dibuat di muka pintu masuk .
gimana sobat...!!! dengan melihat bentuk dari bivak yang saya bagikan silahkan sobat membuat bivak tersendiri sesuai kreativitas sobat sendiri dengan menggunakan bahan yang ada disekitar sobat...!!!
BIVAK
BIVAK? Tell me more
BIVAK
urban camping is a pop-up campsite in the heart of Antwerp city where
locals and travellers can meet. Escape the city and sleep under the
trees.
You can pitch up your own tent, rent
one of ours – don’t forget to bring your sleepingbag and matras – or
rent one of our unique huts (no campers, cars or caravans). There is a
small outdoor stove you can use to cook, a big family table sheltered
from the rain and at night you can make a campfire. We have lockers,
parkingspace for your bikes and earplugs in case you need them. We do
everything on solar energy so no extra fridges (but a supermarket right
across the street!) and not 100% sure that the showers will be smoking
hot. Adventure in the city!
Check out our facebookpage to see our
events: There might be a homemade dinner at affordable prices and
cooked with local biological products, creative workshops, conversation
groups for people who want to practice Dutch over a cup of coffee or tea
or a concert under the stars.
Whether you’re a neighbour or a traveller, pitch up at BIVAK and see a different side of the city!
Video - Hannah Lamiroy //
Music - Michaël Lamiroy
How would you like to camp?
PITCH YOUR TENT
For the experienced campers: find a spot to pitch your tent and enjoy camping life at BIVAK.
RENT A TENT
Don’t have a tent? No worries! We have a few back-up tents for
renting (2 persons) for the spontaniuous campers and camper newbies.
Mind you! Don’t forget to bring your own mat and sleeping bag.
Enjoy home comforts …if home is a treehouse, that is. Stay in one of our unique huts, all equipped with a bed for 2, freshly washed sheets and a towel. All tuned for complete relaxation.
Senin, 03 Oktober 2016
Apa itu hammock???
Apa itu hammock???
Bagi yang
sering mendaki gunung atau beraktifitas di luar lapangan pasti tahu apa
itu Hammock dan Hammocking. Hammock adalah sebutan untuk ayunan yang
terbuat dari kain, menggunakan bahan kain pilihan tentunya, sehingga
sangat kuat untuk menahan beban orang yang duduk diatasnya atau tiduran
diatasnya. Ayunan Hammock dibuat dengan berbagai macam jenis ukuran dan
bentuk serta model.Untuk lebih jelasnya kali ini Saya akan mengulas lebih lanjut apa itu Hammock dan Hammocking.
Sejarah Hammock
Antropolog
banyak yang percaya bahwa Hammock ditemukan sekitar 1.000 tahun sebelum
colombus menemukan Amerika, di mana masyarakat adat Maya dan lainnya
membuat hammock mereka dari kulit pohon atau serat tanaman. Hammock
menawarkan perlindungan dari tanah, ular, tikus dan makhluk beracun
lainnya. Menurut sejarah pada abad ke-16 para penjelajah akan
menempatkan bara panas atau api kecil di bawah tempat tidur gantung
mereka untuk tetap hangat atau menangkal serangga saat mereka tertidur.
Diperkirakan
bahwa Columbus dan anak buahnya menjadi orang Eropa pertama yang
melihat dan merasakan tempat tidur gantung ketika secara luas di
kalangan masyarakat Taino dari Bahama dan sebagian Amerika Selatan.
Mereka membawa beberapa contoh jaring tidur anyaman kembali ke Spanyol.
Selama masa kolonial, orang Spanyol dan Eropa lainnya membawa kapas,
kanvas dan kain lainnya ke Dunia Baru, banyak yang akhirnya digunakan
oleh penenun hammock tradisional bersama dengan lebih banyak bahan. Pero
de Magalhães Gandavo, penulis sejarah kolonial, Brasil menulis pada
tahun 1570. “Sebagian besar tempat tidur di Brasil tempat tidur gantung,
tergantung di rumah dari dua kabel. “
Pada
pertengahan abad ke-16, angkatan laut Inggris dan Spanyol telah
mengadopsi tempat tidur gantung sebagai tempat tidur utama mereka di dek
tidur. Pelaut memakai hammock karena lebih nyaman digunakan di laut
lepas dan pastinya lebih aman digunakan apabila tiba-tiba terjatuh
karena hantaman ombak dibanding bunkbed biasa, termasuk selama Perang
Dunia I dan Perang Dunia II. Dari Perang Saudara hingga Perang Vietnam,
anggota Angkatan Laut AS juga menggunakan tempat tidur gantung untuk
tidur di mana saja.
Kalo di Indonesia mungkin tempat tidur gantung anak yang biasa kita pakai waktu kecil juga bisa disebut hammock he..he..he..
Hammocking Masa Kini
Hammocking
semakin populer sebagai pengganti tenda, dan dibeberapa negara, seperti
USA dan Canada popularitas dan fanatisme ber-hammocking ria sedemikian
besar terutama setelah filosofi “Leave No Trace” diperkenalkan sebagai
etika dalam berkegiatan outdoor.
Pada Umumnya
Hammocking kebanyakan hanya menggunakan 2 batang pohon, akan tetapi
sebenarnya bisa dimana saja, seperti di tebing, batu besar atau dimana
saja
Hammock-ing
di masa kini semakin populer karena kegunaannya yang semakin mudah dan
dapat dibuat sendiri dengan bahan-bahan yang ada di sekitar rumah,
walaupun banyak juga produsen dan pengrajin hammock yang ada disekitar
kita.
Tentunya di
hammock itu sendiri perlu juga perlindungan terhadap cuaca, nyamuk dan
serangga serangga lainnya. Beberapa merk hammock seperti Ticket To The
Moon, JacksRbetter dan ENO sudah dilengkapi dengan berbagai aksesoris
perlindungan seperti Flysheet dan kelambunya, merk premium seperti
Hennessy Hammocks dan Warbonnet Blackbird juga telah dilengkapi dengan
Flysheet yang menempel dari sananya sehingga Kamu tidak perlu
repot-repot memasangnya, tinggal cari pohon, pasang suspensi dan
cantelin saja.
Jenis-Jenis Perlengkapan P3K yang perlu dibawa saat melakukan pendakian
Salam
lestari… mengingat pentingnya P3K kali ini maszal pemalang adventure
akan share beberapa perlengkapan P3K yang kita bawa ketika melakukan
pendakian, perlengkapan P3K ini sangat penting sekali mengingat cuaca di
gunung yang sangat dingin, jalanan yang terjal dan lain sebagainya yang
membuat para pendaki mengalami luka luka kecil, maka dari itulah
pentingnya P3K.
berikut beberapa jenis-jenis obat obatan yang ada di kotak P3K Maszal : 1. Alcohol 70%
2. Antangin
3. Antiseptic pembersih tangan
berikut beberapa jenis-jenis obat obatan yang ada di kotak P3K Maszal : 1. Alcohol 70%
2. Antangin
3. Antiseptic pembersih tangan
Langganan:
Komentar (Atom)
















